Thursday

harga karet

harga karet pada tiap wilayah berbeda beda. antara tingkat propinsi dan kabupaten dalam satu propinsi juga bisa selisih jauh berbeda. perbedaan bisa tiga kali lipat contoh dapat dilihat pada tabel tanggal 20 November tahun   2014
LHK-10 : Laporan Harian Harga Produsen Komoditas Perkebunan 
Tingkat Kabupaten/Kota
Tanggal : 20 November  2014


caranya masuk ke sini 
rol ke bawah pilih komoditas kabupaten>Laporan LHK-10>Submit.


selain harga karet kita juga dapat mengecek harga jagung, kedelai, ternak, padi, dan semua komoditi pertanian pada tingkat kabupaten dan propinsi, produsen dan pengecer.





pupuk kandang

pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak. mengapa dikatakan demikina karena ternak yang tidak dikandangkan akan susah untuk mengumpulkan kotoran yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman.
berdasarkan bentuk nya pupuk kandang dapat dibagi menjadi pupuk kandang cair dan pupuk kandang padat. untuk pupuk kandang cair diperoleh dari air seni hewan dan yang padat dari kotoran padatnya.
berdasarkan sifat dari pupuk kandang itu sendiri dapat dibedakan menjadi pupuk kandang panas dan pupuk kandang dingin. contoh pupuk kandang panas adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan kambing, ayam, kelelawar, sedang kan untuk pupuk kandang dingin berasal dari hewan babi sapi kerbau.
untuk perbandingan pemanfaatan yang paling baik adalah menggunakan pupuk kandang panas. berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki pupuk kandang panas ini baik secara fisik maupun kimiawi lebih baik dibandingkan dengan pupuk kandang yang bereaksi secara dingin.
sebaiknya untuk pengaplikasian jangan sekali-kali menggunakan kotoran yang masih baru sebab dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati. gunakanlah pupuk kandang yang sudah mengalami proses lanjut dengan ciri-ciri sudah tidak panas dan bisa hancur menjadi butir-butir halus.

Wednesday

pupuk hijau

Pupuk hijau adalah pupuk yang berasal dari dekomposisi sisa tanaman. Dalam dunia pertanian, pupuk hijau kembali dilirik sebagai sumber bahan organik potensial mengingat lahan pertanian dewasa ini telah mengalami degradasi. Hal ini disebabkan oleh hilangnya bahan organik dalam tanah karena penggunaan pupuk kimia secara massif. 


jenis-jenis pupuk hijau

Secara umum, hampir semua jenis tanaman bisa dijadikan sumber pupuk hijau. Namun sebaiknya gunakan tanaman yang memiliki kandungan humus total tinggi, kandungan nitrogen tinggi dan rasio C/N (nisbah karbon terhadap nitrogen) rendah.
Pakar agroekosistem Cheryl A Palm, menerangkan bahwa pupuk hijau yang berkualitas tinggi memiliki kandungan nitrogennya lebih dari 2,5%, kandungan lignin kurang dari 15% dan kandungan polifenol kurang dari 4%.
Tanaman dengan karakteristik seperti itu akan mudah terurai di dalam tanah dan unsur nitrogennya bisa diserap tanaman dengan mudah. Apabila kandungan lignin dan polifenol tinggi akan membutuhkan lebih banyak nitrogen dalam proses pelapukannya. Sehingga berpotensi untuk bersaing dengan tanaman inti. Berikut ini beberapa jenis tanaman yang biasa dijadikan sumber pupuk hijau.

a. Sisa tanaman produksi

Pada saat panen tidak semua biomasa tanaman diangkut untuk dijual. Sebagian ditinggal di lahan dan dibiarkan terurai sebagai pupuk hijau. Kendalanya, beberapa petani kurang sabar menunggu masa bera (istirahat) hingga seluruh tanaman lapuk. Seperti petani padi yang sering kali membakar jerami sisa panen. Hal itu dilakukan karena beberapa jenis tanaman memang jangka penguraiannya lama. Sebenarnya ini bisa dipercepat dengan cara mengomposkan tanaman tersebut terlebih dahulu.
Beberapa tanaman dari jenis legum lebih efektif untuk dijadikan pupuk hijau. Kandungan hara tanaman legum terutama unsur N lebih tinggi dari jenis lain. Penyediaan hara dari tanaman legum lebih cepat karena tanaman ini lebih mudah terdekomposisi. Jenis tanaman legum yang sering dibudidayakan diantaranya kacang-kacangan seperti, kacang tanah, kacang hijau, kedelai dan kacang panjang.
Untuk mendapatkan pupuk hijau dari sisa tanaman produksi dengan efesien, kita harus melakukan rotasi tanaman. Misalnya, tanaman kacang kedelai ditanam di sela-sela musim tanam padi. Sehingga ketika kacang kedelai ditanam, sisa tanamannya bisa dibenamkan langsung untuk tanaman padi.

b. Tanaman pagar

Pupuk hijau bisa didapatkan dengan menanam tanaman sumber di sela-sela tanaman inti. Para petani biasa menanamnya di lorong antar bedengan tanaman utama. Praktek seperti ini banyak diaplikasikan oleh para petani tanaman pangan yang mengadopsi sistem SALT. Tanaman pagar akan bekerja efektif bila memenuhi sifat-sifat (1) Prosentase pertumbuhan daun lebih besar dari pada kayu, (2) Pertumbuhan cepat, gampang bertunas dan akarnya dalam agar tidak bersaing dengan tanaman inti, (4) Berkemampuan tinggi menambat nitrogen dan kandungan hara lain, (5) Tidak berpotensi menjadi gulma.
Tanaman yang cocok dijadikan tanaman pagar sebagai sumber pupuk hijau merupakan jenis tanaman legum. Beberapa diantaranya adalah:
  • Hahapaan (Flemingia macrophylla)
  • Lamtoro (Leuceana leucephala)
  • Gamal (Gliricidia sepium)
  • Kaliandra (Caliandra callothyrsus)

c. Tanaman penutup tanah

Ada dua jenis tanaman penutup tanah yang biasa digunakan sebagai sumber pupuk hijau. Pertama, tanaman yang ditanam pada masa bera atau masa ketika lahan tidak digunakan. Pupuk hijau ini biasanya ditanam menjelang musim kemarau, gunanya sebagai mulsa untuk melindungi tanah. Tanaman ini diharapkan bisa mengkonservasi tanah dan hijauannya merupakan sumber nitrogen untuk musim tanam berikutnya.
Kedua, tanaman yang ditanam berdampingan dengan tanaman inti, biasanya diaplikasikan di perkebunan kopi ataupun sawit. Guna tanaman ini untuk menahan laju erosi tanah, mempertahankan kadar air tanah, dan hijauannya bisa digunakan sebagai sumber nitrogen.
Beberapa tanaman penutup tanah yang cocok dijadikan sebagai sumber pupuk hijau adalah:
  • Bunguk (Mucuna munanease)
  • Komak (Dolicos lablab)
  • Kacang tunggak (Vigna sinensis)
  • Kakacangan (Arachis pintol)

d. Tanaman liar

Selain dari tanaman yang secara sengaaj kita tanam, pupuk hijau juga bisa diambil dari tanaman liar. Tanaman ini biasanya tumbuh liar disekitar lahan pertanian, biomassanya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk hijau. Di sawah yang memiliki kadar organik tinggi biasanya ditemukan tanaman sejenis pakis air (azolla) yang tumbuh dengan cepat. Saat pengolahan tanah, tanaman ini bisa dibenamkan langsung sebagai pupuk hijau.
Beberapa tanaman liar yang biasa dijadikan sebagai sumber pupuk hijau adalah:
  • Kipait atau paitan (Tithonia diversifolia)
  • Kirinyu (Cromoleana odorate)
  • Babadotan atau Wedusan (Ageratum conyzoides)
  • Azolla (Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla pinata)

Karakteristik pupuk hijau

Pupuk hijau memiliki karakteristik seperti pupuk organik pada umumnya. Bisa memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, memicu aktivitas biologi tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Dilihat dari sisi usaha tani, pupuk hijau memilki sejumlah keunggulan dan kekurangan untuk digunakan.
Keunggulan penggunaan pupuk hijau:
  • Mempunyai keunggulan seperti pupuk organik lain, memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah
  • Mampu mencegah erosi tanah
  • Berpotensi mendatangkan manfaat lain, seperti kayu bakar, pakan ternak, atau buah yang bisa dimakan
  • Cocok untuk daerah yang sulit dijangkau, karena bisa ditumbuhkan secara in situ
  • Menurunkan asupan luah bahan pertanian, lebih baik bagi lingkungan hidup
Kelemahan penggunaan pupuk hijau:
  • Memerlukan benih dan menanamnya
  • Menghilangkan kesempatan untuk menanam tanaman inti lebih sering
  • Memerlukan tenaga lebih untuk menumbuhkannya
  • Berpotensi mendatangkan hama dan penyakit pada tanaman inti
  • Berpotensi menjadi gulma

Penggunaan pupuk hijau

Jenis dan karakteristik pupuk hijau
Pembenaman langsung, sumber pupuk hijau dari jenis tanaman yang memiliki rasio C/N rendah (seperti legum dan azolla) bisa dibenamkan langsung pada lahan saat pengolahan tanah. Tanaman jenis ini biasanya memiliki kandungan nitrogen tinggi dan mudah terurai dalam tanah.
Digunakan sebagai mulsa, beberapa jenis pupuk hijau bisa diaplikasikan sebagai mulsa. Misalnya, jerami sisa tanaman padi yang dijadikan mulsa tanaman cabe atau bawang daun. Mulsa berguna untuk menjaga erosi dan kelembaban tanah saat tanaman inti masih muda. Ketika mulsa mulai terurai akan digunakan sebagai sumber hara tanaman oleh tanaman inti.
Dikomposkan, tanaman yang memiliki rasio C/N tinggi (biasanya kadar ligninya tinggi), sebaiknya dikomposkan terlebih dahulu (lihat: cara membuat kompos). Lignin memerlukan waktu yang lama untuk terurai dalam tanah. Apabila sumber pupuk hijau seperti ini langsung diaplikasikan pada lahan, akan terjadi proses dekomposisi yang memerlukan nitrogen. Hal ini memunculkan persaingan perebutan nitrogen dengan tanaman inti. Akibatnya pertumbuhan tanaman inti terganggu.
sumber:http://alamtani.com/pupuk-hijau.html

pupuk kompos dan cara pembuatannya.

Pupuk Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari bahan-bahan organik
bahan pembuatan kompos bisa dari semua atau beberapa campuran di bawah ini:


  • Kotoran ternak. seperti kotoran yang berasal dari Ayam, Sapi, kerbau, kambing, domba dan sebagainya.
  • Jerami padi atau sisa sampah pasar sayur yang cincang terlebih dahulu dengan ukuran 5-10 cm. 
  • abu untuk menghilangkan bau dan percepatan proses dekomposisi
  • Air 
  • EM4 5 sendok makan dapa di beli di toko pertanian
  • Gula pasir 5 sendok makan 
  • Serbuk gergaji atau bisa juga dengan bahan-bahan organik lainnya.
  • 1 gengam pupuk posfat.
  • air kelapa muda jika ada.
  • gula merah juga bila ada.
  • Proses pembuatan pupuk kompos
  • Siapkan tempat pembuatan pupuk, ditempat yang sejuk tidak terkena matahari langsung dan tidak kena hujan jika terjadi hujan.
  • Larutkan EM4 dan gula kedalam air. 
  • Lapisan pertama, Campurkan Kotoran ternak dengan abu  bakar kemudian aduk hingga merata, setelah itu taburkan dekomposer EM4 dan gula yang sudah dilarutkan dalam air tadi secukupnya aduk hingga merata.
  • Lapisan Kedua Taburkan Jerami padi atau sisa sampah pasar sayur yang cincang dan bahan-bahan organik lainnya hingga merata kemudian siramkan dekomoser tadi.
  • Selanjutnya  tutup  tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan karung goni dan jerami.
  • Hari Kedua aduk adonan tersebut hingga merata dan tutup kembali rapat-rapat.
  • Lakukan monitoring setiap pagi dan sore, dengan cara memasukan tangan (dengan sarung tangan) jika tangan kita tidak kuat menahan panas adonan maka adonan belum siap dipakai. aduk setiap melakukan monitoring.
  • Biasanya hari ke empat adonan sudah siap, semakin lama kompos berbentuk tanah dalam arti bahan campuran sudah terdekomposisi dengan sempurna dan dapat digunakan untuk bercocok tanam karena bahan organik telah terurai dan hara juga telah terurai untuk dapat diserap oleh akar tanaman.
  • Friday

    pupuk organik ada beberapa bentuk

    Berdasarkan jenis atau bentuknya, pupuk organik dibagi menjadi pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Bentuk pupuk organik cair adalah pupuk organik yang berbentuk cair dapat berupa cairan seni dari binatang dan manusia atau sesngaja dibuat dari bahan-bahan seperti kulit buah-buahan. bentuk pupuk organik padat lebih beragam karena selain juga kotoran ternak hewan dan manusia, juga dapat berupa sisa-sisa tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis komposisi dari tumbuhan dan kotoran hewan.

    Dari dua jenis diatas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, untuk jenis pupuk cair dalam pengumpulan biasanya sulit dilakukan apalagi diperlukan dalam jumlah yang banyak. mengapa demikian, karena bila kita menginginkan pupuk cair , maka kita harus membuat atau merancang limbah kotoran ternak untuk agar dapat terpisah khususnya di kandang ternak itu sendiri.