Tuesday, October 28, 2014

BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN PEKARANGAN


Create : 26 Desember 2012 Kata Pengantar
Akhir-akhir ini, peningkatan jumlah penduduk cenderung terus bertambah. Kecenderungan tersebut secara langsung diikuti oleh kecenderungan peningkatan kebutuhan bahan pangan. Namun demikian, usaha pemenuhan bahan pangan tersebut semakin banyak mendapatkan halangan, diantaranya fenomena perubahan iklim global, penurunan luasan dan produktivitas lahan, serta semakin banyaknya kasus serangan hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Oleh sebab itu, strategi baru dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat, perlu untuk segera dikembangkan.
Salah satu strategi baru dalam meningkatkan kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan tersebut adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Data statistik menunjukkan bahwa luas lahan pekarangan di Indonesia mencapai luasan 10,3 juta hektar. Apabila pekarangan tersebut dapat dioptimalkan fungsinya, maka hal tersebut diduga akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan, ketahanan, dan kemandirian pangan masyarakat.
Guna mendukung usaha optimalisasi pekarangan tersebut maka kehadiran buku kecil ini yang memuat berbagai petunjuk teknis pelaksanaan budidaya sayuran di lahan pekarangan dirasa cukup diperlukan. Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Mei 2012
Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si

Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut rumah, maka disebut pekarangan rumah. Pekarangan dapat berada di depan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung seberapa luas sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya.
Budidaya sayuran di pekarangan bukan merupakan hal baru. Praktek pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Namun demikian, seiring berjalnnya waktu kebiasaan tersebutsemakin ditiggalkan, dan banyak pekarangan di pedesaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan terlantar dan gersang.
Bertolak belakang dengan kecendrungan di atas, jumlah penduduk akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan bahan panganpun semakin bertambah. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut banyak menemui permasalahan, diantaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian akibat penggunaan di bidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen.
Oleh sebab itu, strategi baru dalam pemenuhan bahan pangan, diantaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan, perlu dikembangankan. Data statistik menunjukkan luas lahan pekarangan di Indonesia saat ini mencapai 10.3 juta hektar. Apabila dimanfaatkan secara optimal maka permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan, sebagaimana disebutkan di atas, kemungkinan besar dapat dikurangi.
Gambar 1Gambar 1
Gambar 1. Contoh Pemanfaatan Pekarangan
Karakteristik dan Strategi Pemanfaatan Pekarangan
Berbeda dengan lahan pertanian secara umum, pekarangan rumah memiliki luasan yang relatif sempit, bersentuhan langsung dengan penghuni rumah, serta memiliki peran yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, pemanfaatannyadalam budidayasayuran harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi optimal, baik dalam hal tingkat produksi maupun dalam pemanfaatan lainnya di rumah tangga.
Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam berbudidaya sayuran di pekarangan diantaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dimakan juga dapat mempercantik halaman rumah. Strategi yang dapat dilakukan, diantaranya melalui pengaturan jenis, bentuk, dan warna tanaman. Selain itu, model yang digunakan sebaiknya bersifat mobile atau mudah untuk dipindahkan. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi pemanfaatan dan penataan pekarangan. Model budidaya yang dapat memenuhi kriteris demikian adalah model budidaya secara vertikal atau vertikultur dan budidaya dalam pot.
Gambar 2Gambar 2
Gambar 2. Contoh Budidaya Sayuran di Pekarangan
Budidaya Sayuran Model Vertikultur, Pot dan Bedengan
  1. Janis Sayuran Hampir semua jenis tanaman dapat ditanam dalam sistem vertikultur, pot dan bedengan, diantaranya bayam, kangkung, sawi, selada, kenikir, kemangi, kucai, seledri, cabai, tomat, terong, pare, kacang panjang, timun, oyong, dll. Namun demikianuntuk budidaya vertikultural menggunakan wadah talang, bambu atau paralon yang dipasang secara horizontal, kurang cocok untuk sayuran jenis buah seperti cabai, terong, tomat, buncis tegak, pare, dll. Hal tersebut disebabkan dangkalnya wadah pertanaman sehingga tidak cukup kuat menahan tumbuh tegak tanaman. Sayuran buah cocok untuk ditanaman dalam pot, polybag atau paralon dan bambu yang ditegakkan sehingga dapat menampung media tanam dalam jumlah cukup banyak.
  2. Gambar 2Gambar 2
    Gambar 3. Contoh Budidaya Sayuran dalam Pot dan Vertikultur
  3. Penyiapan Wadah Pertanaman Vertikultur dari Bambu atau Paralon
    Potong batang bambu/paralon sepanjang kurang lebih 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah.
    1. Bersihkan ruas antar bambu dengan menggunakan linggis, kecuali ruas paling bawah. Untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan,melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk mengatur kelebihan air penyiraman. Jika menggunakan paralon, lakukan penutupan pada dasar paralon menggunakan tutup paralon sesuai ukuran paralon yang digunakan.
    2. Buat lubang tanam di sepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor, pahat atau pisau. Lubang dibuat secara selang seling pada keempat sisi bambu/paralon. Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam,pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam, sehingga didapatkan 10 lubang tanam secara keseluruhan. Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm dan berjarang 30 cm.
    3. Selanjutnya bambu atau paralon ditanam dengan memasukkan 20 cm bagian bawah kedalam tanah
    Gambar 4Gambar 4
    Gambar 4. Contoh Budidaya Vertikultur Gerabah dan Paralon
    Vertikultur dari Talang Sistem Rak
    Langkah-langkah pembuatan unit vertikultur sistem rak adalah sebagai berikut :
    1. Buat serangkaian rak dengan tinggi kira-kira 1 m, lebar 1 m, panjang sesuai kebutuhan,
    2. Atur empat rangkaian rak secara berundak, dengan jarak antara undakan adalah kira-kira 30 cm, dan lebar masig-masing rak adalah 25-30 cm,
    3. Potong talang air dengan ukuran sesuai rangka rak yang dibuat, lalu masing-masing ujung talang ditutup menggunakan penutup talang lalu dilekatkan menggunakan lem secara permanen,
    4. Lubangi dasar talang dengan bor atau pisau, diameter lubang kurang lebih 1 cm dan jarak antar lubang berkisar 15-20 cm,
    5. Isi talang menggunakan media tanam yang telah disiapkan, dan lakukan penyusunan pada rak.
    Gambar 5Gambar
    Gambar 5. Vertikultur Rak dari Talang Plastik
    Wadah pot
    Jenis pot yang digunakan dapat berupa pot plastic, ember, kaleng, pot gerabah, polybag, dll. Pada prinsipnya wadah atau pot tersebut dapat menampung media tanam dalam jumlah yang cukup. Untuk tanaman sayuran daun, volume media tanam yang digunakan minimal seberat 1 kg, sedangkan untuk sayuran buah berkisar 3-20 kg. Apabila belum ada lubang, maka lakukan pelubangan pada dasar pot dalam jumlah yang cukup banyak guna mengatur kelebihan air penyiraman.
    Gambar 6Gambar 6
    Gambar 6. Contoh Penanaman dalam Pot Plastik dan Polybag
    Wadah Bedengan
    Bedengan digunakan sebagai tempat penanaman. Tujuannya, untuk mencegah agar tanaman tidak tergenang air pada musim hujan. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk mempermudah perawatan dan pembuangan air. Lebar bedengan dibuat 110-120 cm karena digunakan untuk dua baris tanaman. Tinggi bedengan disesuaikandengan musim. Bedengan dibuat lebih tinggi pada musim hujan dengan tujuan agar perakaran tanaman tidak terendam air dalam waktu yang lama dan pembuangan airnya lancar.
    Untuk mempermudah pekerjaan, sebaiknya membuat plot terlebih dahulu menggunakan tali rafia sesuaikan dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi bedengan yang kita kehendaki. Gunakan cangkul untuk membentuk bedengan. Caranya, naikkan tanah diluar plot untuk bedengan, sekaligus haluskan tanah dan ambil sisa-sisa rumput, batu, kerikil dan kotoran lain yang dapat menggangu tanaman.
    Gambar 7Gambar 7
    Gambar 7. Contoh Penanaman dengan Bedengan
    Penyiapan Media Tanam
    Media tanam yang digunakan merupakan campuran tanah, pupuk kandang atau komps dan sekam bakar yang telah dihilangkan bongkahannya atau disaring menggunakan saringan kawat berdiameter 0,5-1 cm. Perbandingan media tanam yang umum digunakan adalah 1 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang atau pupuk kompos, dan 1 bagian sekam bakar. Namun demikian, formula tersebut bukan merupakan formula bau, yang penting bahan organik dan sekam yang ditambahkan cukup banyak sehingga cukup subur dan rongga.
    Gambar 8
    Gambar 8. Pembuatan Media Tanam
    Pembibitan
    Wadah pembibitan dapat berupa tray khusus pembibitan atau dapat juga wadah lain seperti baki plastik, pot plastik, kotak dari kayu, kantong plastik, polybag, dll.
    Media pembibitan yang digunakan sama seperti di atas namun perlu lebih halus dengan menghindari bongkahan atau kerikil dengan cara disaring menggunakan saringan kawat berdiameter lubang 2-5 mm.
    Pembibitan umumnya dilakukan untuk benih-benih yang berukuran kecil dan berharga relative mahal seperti sawi, selada, cabai, tomat, dll (kecuali bayam karena bayam umumnya ditanam langsung). Sementara itu, benih berukuran besar umumnya ditanam langsung dalam wadah pertanaman..
    Langkah-langkah penanaman bibit atau benih :
    1. Buat lubang kecil pada media tanam di dalam tray dengan kedalaman 0,5-1 cm dengan menggunakan lidi atau kayu kecil. Untuk benih yang dibibitkan dalam wadah pembibitan yang lebar dilakukan dengan cara menebar secara merata benih pada permukaan media tanam atau membuat lubang tanam dengan jarak kurang lebih 1 cm.
    2. Masukkan benih ke dalam lubang tanam dan ditutup tipis menggunakan kompos atau pupuk kandang halus. Lalu benih ditutup menggunakan pupuk kandang atau kompos halus dengan ketebalan 0,5-1 cm.
    3. Tebarkan furadan (apabila diperlukan) di permukaan media pembibitan sesuai aturan yang ada di kemasannya. Hal ini tersebut dilakukan untuk menghindari serangan hama berupa semut atau ulat tanah.
    4. Lakukan penyiraman dengan hati-hati hingga media pembibitan basah secara merata. Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali pada saat benih baru ditanam atau bibit kecil, pada saat bibit tumbuh agak besar, lakukan penyiraman sekali sehari.
    5. Letakkan wadah pembibitan pada tempat yang terlindung dari deraan hujan secara langsung namun terena sinar matahari cukup, misalnya di bawah sungkup atau rumah plastik.
    6. Setelah bibit memilikidaun sempurna 2 lembar, lakukan pemindahan bibit pada wadah pembibitan tunggal, misalnya polybag berdiameter 10 cm atau pot kecil bekas kemasan aqua gelas. Lakukan pemeliharaan seperti biasa higga siap pindah tanam.
      Gambar 9
      Gambar 9. Proses Pembibitan Sayuran
  4. Penanaman Penanaman di dalam rak vertikultur atau pot dilakukan setelah bibit memiliki daun sempurna 3-5 helai. Langkah-langkah penanaman adalah :
    1. Pilih bibit yang sehat, tidak cacat, dan seragam
    2. Buat lubang tanam seukuran wadah bibit. Pada system vertikultur rak berjenjang, jarak tanam berkisar 10-15 cm. Pada system per pot, jumlah tanaman yang ditanam sebanyak 1 tanaman per pot pada pot berukuran 3-10 kg, sedangkan untuk pot berukuran lebih besar jumlah tanaman berkisar 2-3 tanaman, khususnya untuk sayuran buah merambat seperti pare, timun, oyong, dan tanaman sejenis lainnya.
    3. keluarkan bibit secara hati-hati dengan cara menggunting wadah atau membalikkan wadah sedemikian rupa sehingga media dan perakaran bibit tidak terganggu.
    4. masukkan bibit ke dalam lubang tanam, selanjutnya tutup lubang tanam menggunakan media tanam yang sebelumnya dikeluarkan pada saat membuat lubang tanam.
    5. Lakukan penyiraman hingga media tanam menjadi basah secara merata.
  5. Pemupukan Sayuran Organik
    Untuk sayuran organik yang dibudidayakan secara organik, jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos, baik berbentuk curah maupun granul. Pemberian pupuk dilakukan pada saat pembuatan media tanam dengan menambah volume pupuk kompos atau pupuk kandang lebih banyak dalam media tanam, misalnya2 atau 3 bagian dibandingkan tanah dan sekam.
    pupuk susulan dapat berupa pupuk organik cair yang telah tersedia di toko-toko sarana pertanian atau dengan cara membuat sendiri. Intensitas pemberian pupuk organik biasanya dilakukan 3-7 hari sekali dengan cara melarutkan 10-100 ml pupuk dalam 1 liter air dan disiramkan secara merata pada media tanam.
    Pada sayuran buah, disebabkan masa pertumbuhan yang lebih panjang, maka selain pemberian pupuk organik cair juga dapat dilakukan pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang atau pupuk kompos setiap 30 hari sekali sebanyak 50-100 g atau 2-3 genggam pupuk per tanaman.
    Gambar 10
    Gambar 10. Contoh Pupuk dan Pemupukan Tanaman
    Pembuatan pupuk organik cair (POC) dapat dilakukan dengan menggunakan bahan dan alat sebagai berikut : (1) ember atau gentong plastik berukuran 50lt, (2) Kantong kain, (3) Pupuk kandang atau kompos atau kascing 5 kg, (4) molase 2 lt, (5) EM 100 ml, dan (6) air 40 lt.
    Langkah-langkah membuat POC adalah sebagai berikut :
    1. Masukkan air sebanyak 40 lt ke dalam ember atau gentong plastik,
    2. Tambahkan molase sebanyak 2 lt, lalu aduk hingga merata,
    3. Masukkan inokulum EM sebanyak 100 ml, lalu aduk hingga merata,
    4. Masukkan pupuk kandang, komps, kascing sebanyak 5 kg ke dalam kantong kain, ikat bagian mulut kantong sebagaimana kantong teh, lalu masukkan ke dalam ember atau gallon plastik dengan posisi menggantung,
    5. Tutup dan kunci tutup ember atau galon plastik menggunakan lem atau lakban dengan rapat,
    6. Pupuk dapat dipakai setelah 3 minggu, kematangan pupuk ditandai dengan bau khas hasil fermentasi (seperti bau tape).
      Gambar
      Gambar 11.Alat pembuatan Pupuk Organik Cair
    Sayuran Non Organik
    Untuk budidaya non organik, pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia seperti pupuk majemuk NPK; campuran pupuk tunggal Urea, TSP, dan KCL masing-masing satu bagian; atau pupuk pelengkap cair, Jenis pupuk kimia tersebut bayak tersedia di toko sarana dan prasarana pertanian ataupun kios-kios tanaman hias.
    Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menaburkan pupuk sebanyak 1/2 - 1 sendok teh disekitar permukaan tanaman. Setelah pupuk ditaburkan, maka harus segera dilakukan penyiraman tanaman untuk menghindari efek negatif kegaraman pupuk kimia terhadap tanaman.
    Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan cara melarutkan 1 sendok pupuk NPK atau campuran pupuk urea, TSP, dan KCL ke dalam 10 liter air. Lalu siramkan secara merata pada media tanam. Pengulangan dapat dilakukan setiap 3 atau 7 hari sekali.
  6. Penyiraman Intensitas penyiraman sangat tergantung pada volume media tanam, populasi tanaman, dan fase pertumbuhan tanaman. Semakin kecil volume media tanam atau semakin besar ukuran tanaman serta populasinya, maka intensitas penyiraman harus lebih sering. Namun demikian, penyiraman umumnya dilakukan 1 sampai 2 kali sehari. Perlakukan penyiraman harus benar-benar diperhatikan pada saat fase pembuangan dan pembesaran buah. keterlambatan penyiraman akan menyebabkan bunga atau bakal buah menjadi rontok.
    Penyiraman harus dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan alat siram berupa gembor atau selang plastik yang telah diberi nozel penyiraman pada ujungnya.
  7. Pengendalian Hama dan Penyakit Sayuran Organik
    Pengendalian Hama. Pengendalian hama dapat dilakukan secara fisik dengan cara membunuh atau membuang hama yang terdapat pada tanaman dan media tanam atau dapat juga secara kimiawi dengan insektisida nabati. Insektisida nabati telah banyak dijual di kios-kios pertanian. Apabila memungkinkan, pestisida nabati dapat dibuat sendiri dengan menggunakan sumberdaya yang terdapat di dapur dan pekarangan. Contoh teknis pembuatan pestisida nabati adalah sebagai berikut :
    • Ekstrak Daun Nimba, Tembakau, Brotowali Bahan-bahan : Daun mindi atau nimbi 100 g, tembakau 2 g, brotowali 2 g, dan buah mengkudu 1 buah kg.
      Cara buat :
      1. Semua bahan dihaluskan dengan cara ditumbuk, diblender atau dicacah secara terpisah,
      2. Tempatkan semua bahan dalam satu wadah, lalu tambahkan air sebanyak 1 liter,
      3. Tutup rapat wadah, lalu fermentasikan atau diamkan selama satu minggu,
      4. Saring bahan pestisida menggunakan kain halus, lalu siap digunakan,
      5. Sebelum digunakan, enceran pestisida nabati tersebut menggunakan air dengan perbandingan 1:10 liter
    • Ekstak Daun Sirsak Bahan-bahan : Daun sirsak 10 lembar, serai 1 batang, bawang putih 1 siung, sabun colek 2 g.
      Cara membuat :
      1. Daun sirsak, serai, dan daun bawang putih dihaluskan,
      2. Tambahkan 1 liter air, lalu simpan selama 2 hari,
      3. Saring larutan,
      4. Untuk aplikasi, 1 liter larutan dicampur dengan 10-15 liter air,
      5. Larutkan siap diaplikasikan
    • Ekstrak Sirih dan Tembakau
      Bahan-bahan : Daun sirih 10 lembar, daun tembakau 5 lembar atau satu batang tembakau rokok, sabun colek seujung jari, air 1 lt.
      Cara membuat :
      1. Daun sirih dan daun tembakau ditumbuk halus,
      2. Bahan dicampur denga air dan diaduk hingga rata,
      3. Bahan didiamkan selama satu malam,
      4. Saring larutan, kemudian encerkan (ditambah dengan 50-60 air),
      5. Larutan siap digunakan.
    Pengendalian Penyakit. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan memberikan agensia hayati. Agensia hayati secara terbatas telah mulai tersedia di kios-kios pertanian. Apabila tidak tersedia agensia hayati, pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara memusnakan tanaman terserang sehingga tidak menulari tanaman lainnya. Untuk penyakit virus yang penyebarannya diperantarai serangga, diantaranya kutu pucuk atau kutu daun, maka pengendalian dapat dilakukan dengan cara menghalangi serangga vektor melalui aplikasi pestisida nabati.
    Sayuran Non Organik
    Untuk sayuran non organik, maka pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan menggunakan pestisida kimia (insektisida dan fungisida) sesuai cara dan dosis anjuran. Namun demikian, diingatkan bahwa aplikasi pestisida kimia pada tanaman pekarangan sebaiknya dihindari karena besar resiko terhadap anggota keluarga, khususnya anak-anak. Sebaiknya dilakukan secara menanik dan era-dikatif.
    Gambar 12
    Gambar 12. Pengendalian Hama dan Penyakit
  8. Syarat Penyinaran Matahari Faktor penentu lainnya dalam budidaya sayuran dipekarangan adalah penyinaran matahari. Tanaman sayuran merupakan jenis tanaman yang menginginkan penyinaran matahari penuh. Apabila intensitas matahari tidak mencukupi maka tanaman akan mengalami etiolasi atau tumbuh memanjang dan kurus. beberapa jenis tanaman, seperti terong dan cabai rawit cukup toleran dengan kurangnya sinar matahari, namun sebagian besar sayuran daun dan buah yang lain sangat sensitive dengan kurangnya intensitas penyinaran..
  9. Panen Sebagian sayuran daun dan bumbu dapat dilakukan panen secara berulang, diantaranya adalah kangkung, kemangi, kenikir, kucai, seledri. Pemanenan sayuran tersebut dilakukan dengan memotong batang atau pucuk daun untuk kangkung, kemangi, kenikir, dan kucao, sedangkan seledri dipanen dengan cara memotong daun yang sudah cukup tua.
    Sebagian sayuran lainnya dipanen hanya sekali dengan cara mencabut tanaman beserta akarnya, diantaranya bayam, sawi, selada, dll.
    Sementara itu, sayuran buah, umumnya dipanen secara bertahap sesuai dengan fase pematangan buah atau sesuai keinginan. Pemanenan sayuran buah sebaiknya menggunakan gunting atau pisau tajam, kecuali cabai,, yang dapat dipanen menggunakan tangan dengan cara menarik buah berlawanan arah dengan arah buah.
    Gambar 13Gambar 13
    Gambar 13. Timun dan Selada dalam pot Siap Panen
Tahun terbit : 2012 Penyusun : Ir. Basir Nappu, MS , Farida Arief, SP . Editor : Maintang, SP

pelamar cpns

 cerita ini dimulai dari tahun 2009 telah ikut tes cpns dan sekarang adalah tahun ke sekian kalinya. Bermula dari tes coba-coba dan akhirnya harapan hanya apa pada tahun 2014 ini sebab pemerintah tidak akan lagi membuka lowongan selama 5 tahun terakhir. Bagaimana tidak putus asa jika kali ini tidak lolos dalam arti mengisi formasi bukan hanya lolos nilai seperti tahun sebelumnya.

Berbagai cara ditempuh seperti mencari berbagai artikel untuk dipelajari trik dan semua pengertian, jenis soal dsb dengan harapan besar kedepan. berbagai trik tersebut tidak sepenuhnya mengeluarkan uang yang lumayan besar. untuk langkah awal mempelajari jenis soal apa saja yang akan keluar.

bila telah mengetahui dan memahami jenis soal-soal yang keluar maka harus pelajari cara nilai atau skor passinggrade serta nilai minimal lolos pasinggrad. kemudian kita bisa mencari arti dari tujuan soal-soal tersebuit dengan cara mencari lagi di google. 

dan untuk yang terakhir kita bisa mencoba berbagai simulasi jika mengerti untuk membuka program/scrip dari kunci jawaban. peringatan keras untuk scrip kunci jawaban tidak boleh di buka saat tes berlangsung karena pasti ketahuan sebab terpasang kamera cctv.


Sunday, October 28, 2012

Provide Scholarship Information

salam blogger.
STELLA Prancisca SPd MPD, Director of Amcor Untan, say for people who are not interested in a formal atmosphere, Amcor provide class movie screening program. The program was filled with English-language movies for 40 minutes, followed by a discussion in English led by Americans.

Then there is also a Meet the Expert program. Programs that means, if there is an American visit to Pontianak, then he will be invited to Amcor. "At Amcor, we create a program in which the American people were told about lifestyle, top universities, abroad scholarship information and other things that are useful," he explained.

In addition, there is also a development program for teachers related to the method of learning by conducting a 14-week workshop that guided the Americans and later will receive a certificate from the U.S. Ambassy as cooperation partners.

Not only that, Amcor also provides a presentation program. Examples AMINEF scholarship information, IIEF. Then Ask an American Hour program is a program in consultation with Native
Speakers from the United States, Competition or programs designed by Amcor to develop English language skills through competitions, Cultural Programs or activities related to American culture. For example, International Literacy Day, International Youth Day, Thanksgiving, Women History Month and Earth Day.

"There is also the American Goes to School program is the program that contributed to the development of English language in schools," he explained.

Stella hopes, where Amcor can give confidence to the people of West Kalimantan to be able to continue their education abroad through scholarships.


Author: Saiful Bahri
Editor: Jamadin
Sources: Tribun Pontianak

New Student Untan Follow PMB

total of more than 5,000 new students Tanjungpura University Pontianak (Untan) filled the Rectorate to attend the opening ceremony Welcoming New Students (PMB), Monday (03/09/2012).

As the agenda agreed upon by the university PMB activities undertaken during the 3-day begins at 7:00 am in the morning until 17:30 pm in the afternoon. PMB all his activity was centered in each faculty.

the ceremony Untan Rector, Prof. Dr. Usman Thamrin DEA will provide a welcome reception for New Students (PMB) and the Opening Lectures Academic Year 2012/2013 and the installation of jackets alma mater to new students next release of balloons.

At the ceremony will also be handed the book "Ways of Learning College Success" book by Prof. Dr. H. Husna Uray Asmara, M. Pd, will be distributed to all new students.

Author: Isfiansyah
Editor: Bowo
Sources: Tribun Pontianak
salam blogger.

Wednesday, October 24, 2012

20 BEM Forum Declares a Kalbar

PONTIANAK, BeritAnda - No fewer than 20 BEM from 6 districts / cities, Sunday (15/07/2012), hold events Forum Declaration of Student Executive Board (BEM) as Kalimantan, on Monument Circle Bamboo Runcing Tanjungpura University (Untan) -Pontianak. Activities initiated by the BEM Untan, preceded by a Panel Discussion on Building Auditorium Untan Pontianak. President of Student Untan Pontianak Abdul Jabbar (Committee) said that today only limited activity declaration BEM forum as Kalimantan. "But we did not stop here, we will establish an institutionalized forum, which means there will be Mubes, meeting work-work meetings and work programs. Jabar said that the ultimate goal is that it wanted to secure the permanent mission of the student movement in West Kalimantan. "We found the root of the problems in West Kalimantan is the implementation of clean bureaucracy or corruption," he said. In addition, he said, the issue of leadership must also be criticized. "We plan to hold a gubernatorial candidate debate accessible to students," he said. Into 6 districts / cities that were present include Pontianak, Singkawang, Sambas, Sintang, Kapuas Hulu and Ketapang.

Tuesday, June 26, 2012

Now UNTAN Accept Student Pass Online Also.

University of Tanjungpura ( Untan) start to accept registration for the Selection Of National Enter College Of Country ( SNMPTN) at 10-31 May 2012, Is same as previous year, pendafraran will be done/conducted by online
A number of class student of III SMA confess not yet known how system registration of SNMPTN, including do not understand what such with system of online
Rector of Untan, Thamrin Usman, laying open, Untan will provide aid posko to student candidate which not yet understood to regarding/ hit system registration of online
" Posko will be placed by in office of BAAK Elementary Untan Floor, as well as with installing containing banner of registration guidance," word of Thamrin contacted by Tribunpontianak.Co.Id, Tuesday ( 8/5/2012 )
Rector explain, student candidate also can access directly of internet by opening related/relevant website. Registration procedures completely can be seen by at http://ujian.snmptn.ac.id situs
Whereas procedures admission filling of form registration of test written and skill earn diunduh ( download) of address of http://download.snmptn.ac.id
Writer : Wahyuni Ariza

Sunday, October 10, 2010

WATER TO BE HAZARDOUS INGREDIENTS KAPUAS PDAM


UNTAN - Dean of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences Pengatahuan Tanjungpura University (Natural Sciences-Untan) Pontianak, Dr. Thamrin Usman, who is also the Chairman of the Committee for preparation of draft regulation Classification

Water Quality of Rivers in West Kalimantan said based on the findings while there are several points along the Kapuas River is so polluted by harmful chemicals.

To menindaklajuti findings, he was with the team preparing the draft regulations will do in the Kapuas river water classification into four classes namely class I, II, III and IV. The focus of the research team for the first step will be done along the Kapuas River.

"We will carefully whether the Kapuas River water are classified Class I, II, III or IV class," he said.

If the Kapuas River is still classified as grade I entered the Kapuas River water is still feasible to be used as raw material for water taps. But if water has entered the Kapuas River classification class II to class IV then, Kapuas water is not fit for use as raw material for the taps. "Water has entered the Kapuas classification class II to class IV, let alone to PDAM raw materials, used for the pool or fishing and agriculture alone is not permitted," he said.

To classify water Kapuas, the team will use several parameters such as substance mercury, volutan level, turbidity and the level of biological contamination. If water has entered the Kapuas II-class classification, the taps must be prepared to change their raw materials. Because if still using the Kapuas water will be very dangerous for health.

During this time, water utilities that use raw materials Kapuas water with very low operational cost of Rp 10 per cubic meter. These costs could have increased operating costs by five times, if the taps changing their raw materials by buying water or take water mountains.

According to Thamrin, the operational costs to increase when water is not too Kapuas is not fit for use as raw materials. PDAM to improve water filtration technology Kapuas before sale to consumers.

"For that, we ask taps immediately prepared a new technology such as digital protection or prophylactic filter harmful chemicals that are soluble in water Kapuas," he begged.

Determination of the Kapuas river water class classification, according to Thamrin no

can be done by examining some point. For no one can say that one point of the Kapuas river water contaminated by the overall water will be polluted Kapuas. "Therefore, we will carefully as a whole along the Kapuas river," he said.

Thamrin disclosed, the initial step that will be the team that inventoried the interim analysis data that already exist in several districts. The data will be studied, corrected, is it true some point mentioned the Kapuas river had actually been contaminated. The team will check into the field and will be concluded into the class how many of each point. When you enter the class II, the team will coordinate with nearby users, especially PDAM and local communities to discuss solutions that must be done together in anticipation of river water pollution.

"We will ask the local district taps where water had entered the class II, if the taps are ready to replace the raw material water. If not ready, the taps must promptly update the appropriate technology to intercept or filter out harmful substances, "he said. In addition, the discovery team will be a recommendation to the government in making policies to reduce water pollution Kapuas River.

http://www.untan.ac.id/?cat=8